Dialog Kebangsaan Anis Matta dengan Tokoh-tokoh Kaltim dan Komunitas Antar Umat Beragama

14 Apr

SAMARINDA – Presiden PKS Anis Matta silaturahmi dengan kalangan tokoh Kaltim dalam acara “Dialog Kebangsaan” di Hotel Mesra, Samarinda, Jum’at (12/4) malam. Dialog Kebangsaan tersebut dihadiri oleh tokok dan pengurus berbagai ormas seperti Forum Komunikasi Antar Umat Beragama, Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Kewaspadaan Dini, kalangan Akademisi, Ketua MUI Kaltim , Ketua MUI Samarinda. Turut hadir pula unsur pemerintah kota Samarinda,`kalangan aktivis lingkungan, dan pegiat sosial serta jajaran pengurus PKS se-Kaltim sendiri.

Dalam acara tersebut, Anis Matta diberikan kesempatan menyampaikan orasi kebangsaan. Anis mengawali orasinya dengan mengajak hadirin membedah film Habibie & Ainun. Anis mengatakan bahwa mantan Presiden RI BJ. Habibie merupakan sosok penting lahirnya demokrasi di Indonesia. “Karena Bapak Habibie-lah yang menjadi peletak dasar hukum dalam pembentukan demokrasi dan presiden yang menandatangani sistem multipartai,” kata Anis Matta.

Anis juga bercerita tentang kesannya setelah menonton film Habibie dan Ainun bersama keluarganya beberapa waktu yang lalu. ” Dalam film Habibie itu sebenarnya ada pesan istimewa yang disampaikan yaitu proses naik turunnya beliau,” kata Anis Matta. Anis Matta mengatakan pada saat proses naik dan turunnya Habibie sebagai Presiden RI di film tersebut porsinya sedikit, ketimbang meniti karier dan kisah cintanya bersama Ainun. “Padahal, hal utama yang mesti disampaikan di film itu adalah kontribusi dan pengabdian beliau pada saat menjadi Presiden RI,” jelas Anis.

Poin yang terpenting dalam film Habibie & Ainun tersebut menurut Anis Matta adalah bagaimana Habibie tetap enjoy dan tetap “hidup” walau “hilang” kekuasaannya. ” Hal ini berbeda ketika saya menonton film Margaret Thatcher, dimana pada saat berkuasa dia merupakan seorang yang bertangan besi. Sedang pada saat tuanya, rapuh dan tak berdaya pada saat tak berkuasa lagi karena dia tak punya “cinta” dalam politik seperti yang Habibie miliki,” kata Anis.

Menurut Anis, orang yang datang di dunia politik dengan cinta akan pergi dengan hati yang tenang dan merasa “enteng” meninggalkannya. “Kita mesti belajar menjadi orang yang rileks dan ikhlas dalam berpolitik seperti pak Habibie,” katanya.

Pada akhirnya, lanjut Anis, politik ini bercerita tentang bagaimana kita mengatur tata kelola kehidupan negara mengorganisasi kita sebagai manusia. ” Kita tak boleh memisahkan politik dan agama, politisi dan kiayi,” ujarnya. Ahli agama dan ahli negara, dan penyatuan kesemuanya ini hanya bisa dengan cinta, dan begitulah cara Qur’an mengajarkan kita. ” Sebagai contoh, perbedaan etnis yang ada seharusnya bisa memperindah taman bagi Indonesia, bukan saling menjatuhkan karena kita punya cinta,” lanjutnya.

Karena cintalah yang akan menyatukan keragaman bangsa kita, membuat kreatifitas dan semakin memperkuat bangsa kita. “Mari bangun bangsa kita dengan cinta, harmoni, dan kerja,” ajak Anis Matta.

PKS Makin Enjoy dan Solid

Pada sesi diskusi, Anis Matta menanggapi beberapa pertanyaan dari para hadirin. Di antaranya terkait elektabilitas PKS pasca Luthfi Hasan Ishaq, Presiden PKS sebelumnya, dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus impor dagang sapi.

“Sama sekali belum ada dampak berarti dari kasus tersebut. Elektabilitas kita baik-baik saja. Buktinya kami sudah memenangi pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara. Jumlah penduduk di dua provinsi itu, sama dengan 25 persen penduduk Indonesia loh,” ungkapnya optimis.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Anis Matta, PKS saat ini sedang melakukan recovery image. Wajah politik kian keras dan berbahaya. Banyak konflik dan intrik. Saat ini makin gencar strategi pembunuhan karakter dilakukan.  PKS harus menghindari praktik-praktik seperti itu. PKS perlu memberikan sentuhan yang lebih manusiwi tentang politik agar masyarakat tidak menakutinya. “Sekali lagi, ini saatnya kita memberikan sentuhan cinta bagi dunia politik,” ujar Anis Matta.

Karena itulah Pengurus DPP PKS melakukan kunjungan ke daerah-daerah untuk menstimulan paradigm berpikir politik para kadernya. “Di Jakarta itu panas, bikin pusing politiknya. Makanya kita jalan-jalan ke daerah untuk refreshing, berjumpa kader itu menyenangkan. Dan ternyata PKS makin enjoy dan tambah solid. Alhamdulillah,” ungkapnya sumringah.

Dialog ini di pimpin langsung oleh Ketua DPW PKS Kaltim Masykur Sarmian. Dalam prolognya Masykur Sarmian menyampaikan tentang kondisi bangsa pasca reformasi yang sangat memprihantinkan.” Dan disinilah kita harus peduli untuk memperbaikinya,” ujar Masykur.

Rombongan Anis Matta diikuti pula tokoh-tokoh PKS lainnya seperti  Sekjen PKS, Muh. Taufik Ridho, Komisi VII DPR RI Fahri Hamzah, anggota Komisi II DPR RI Aus Hidayat Nur. Ikur serta H.Hadi Mulyadi, Ketua DPP PKS Wilda Kalimantan, yang juga Wakil Ketua DPRD Kaltim. Dijadwalkan, Anis Matta beserta rombongan akan berada di Kaltim hingga Minggu (14/4). [anismatta.wordpress.com]

 

Sumber: PKS Kaltim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Anis Matta

Sang Gelombang Abad 21

%d bloggers like this: