Bangsa Petualang Penutur

19 Mar

anis-mattaOrang ramai berkumpul seperti layaknya semua pasar. Sebab itu memang pasar. Tapi tanpa aksi jual beli. Tidak ada perdagangan di situ. Merka datang untuk bertutur. Bukan berdagang. Itulah pasar Okaz: pasar para penyair yang sangat terkenal di Jazirah Arab pada masa jahiliyah.

Para penyair datang ke pasar iru dan menyampaikan puisi-puisi mereka dari atas kuda atau onta secara langsung dan spontan. Mereka tidak merekam puisi mereka dalam tulisan. Mereka menuturkan apa yang terekam dan terbetik seketika di kepala dan hati mereka tanpa proses edit seperti semua puisi yang sekarang kita baca. Dan puisi-puisi itu abadi serta terus dipelajari hingga saat ini.

Itulah bangsa yang kepada mereka nabi terakhir diutus. Bangsa penutur. Bangsa yang menempatkan kata di atas segala-segalanya. Maka terhinalah klan yang tidak punya penyair. Dan takkan pernah seseorang disebut pemimpin jika ia tak mampu menyihir dengan kata. Mereka adalah bangsa dengan kecerdasan naratif yang dahsyat. Kepada merekalah Muhammad diutus. Dan kepada merekalah Muhammad berkata: Memang ada kata yang bisa jadi sihir.

Menurunkan nabi terakhir kepada sebuah bangsa penutur adalah pilihan Allah. Sebab memang Allah lebih tahu dimana Ia menurunkan risalahNya. Sebab mata rantai kenabian ini akan ditutup dengan kata: nrasai abadi yang akan menggantikan kehadiran fisik para Nabi. Sebab pergulatan manusia pada hakikatnya dan pada akhirnya adalah pergulatan dengan kata. Kita menjadi manusia dengan kata. Kata memaknai hidup kita. Kata membimbing hidup kita.

Mereka memang bangsa nomaden dan pengelana. Tapi ketika kepengelanaan bertemu dengan kepenuturan maka jadilah bangsa itu sebagai bangsa petualang penutur yang membawa risalah samawi dan kelak memimpin dunia. Jika ada satu penjelasana mengapa Islam terus berkembang hingga saat ini, maka itulah salah satunya: bangsa petualang penutur itu.

Allah menutup nubuwwah dengan narasi dan menurunkan narasi itu kepada bangsa narator yang menjaga otentitasnya dan menuturkan sabda-sabda nabinya dengan cara yang sempurna serta membuatnya abadi hingga kiamat kelak. [anismatta.wordpress.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Anis Matta

Sang Gelombang Abad 21

%d bloggers like this: