Ketika Anis Matta nongkrong bareng Slankers dan fans Iwan Fals

1 Jul
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menggelar ‘Silaturrahim Cinta’ di Provinsi Lampung Sabtu (29/6) malam. Dalam kesempatan tersebut, Anis Matta menyempatkan diri menemui berbagai komunitas yang menjamur di Bandar Lampung, baik komunitas band, kendaraan roda empat, roda dua maupun yang lainnya.
Acara yang bertajuk “Nongkrong dan Ngopi Bareng Anis Matta Bersama Komunitas Lampung” ini digelar di seputar Lungsir, dekat pelataran balai kota Bandar Lampung. Anis yang di dampingi rombongan DPP PKS dan DPW PKS Lampung, ikut nongkrong dan minum kopi bareng komunitas-komunitas tersebut.
Di hadapan komunitas-komunitas tersebut, Anis Matta menyatakan bahwa dirinya beserta seluruh jajaran baik tingkat pusat hingga ke tingkat ranting akan lebih menggiatkan nongkrong-nongkrong ini.
“Dengan nongkrong kita tahu persoalan masyarakat, dengan nongkrong kita tahu harapan masyarakat dan dengan nongkrong kita mencintai dan semoga dicintai masyarakat,” jelas Anis dalam rilis yang diterima merdeka.com, Minggu (30/6).
“Tak henti saya berkeliling menyambangi Tanah Air tercinta ini, negara kita seperti kehilangan ruh cintanya pada masyarakat,” Anis mengakhiri.
Gufron Azis selaku Ketua PKS Lampung menyampaikan “Nongkrong dan Ngopi Bareng Anis Matta Bersama Komunitas Lampung” ini menjadi bukti bahwa PKS tak kenal lelah bertemu dan bersilaturahim kepada masyarakat tanpa pandang bulu dan status sosial.
“Cinta PKS itu untuk semua, sehingga semua lapisan masyarakat harus kita temui,” kata Gufron. “Kita dengarkan keluhan-keluhan mereka, masalah-masalah mereka dan yakinkan bahwa PKS ada untuk mereka,” imbuh Gufron lagi.
Sam, salah seorang anggota komunitas yang ikut nongkrong menyampaikan tiga harapan kepada PKS. Pertama, tetaplah PKS mendengar aspirasi masyarakat. Kedua, tetaplah PKS memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dan ketiga tetaplah PKS mencintai masyarakat.
Beberapa waktu lalu, Anis Matta memang menyerukan kadernya untuk lebih gaul. Anis berharap, jika kader PKS bisa lebih gaul, maka akan banyak masyarakat yang bisa ditarik untuk menjadi kader PKS.
“Saatnya para caleg dari PKS untuk tampil beda, lebih gaul, terbuka untuk menerima semua lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama dan lain-lainya,” kata Anis Matta dalam pers rilis di Jakarta, Senin (6/3) lalu. [anismatta.wordpress.com]
Sumber: pkspiyungan

Taushiyah Presiden PKS Anis Matta di Kalimantan Selatan

27 Jun

Image

Presiden PKS Anis Matta kembali melakukan lawatannya ke daerah. Anis Matta beserta Sekjen dan jajaran DPP mengunjungi kader PKS di Kalimantan Selatan, Minggu (23/06).

Berikut beberapa rangkuman Orasi Presiden Anis Matta yang di Twitkan oleh Aboe Bakar (@aboebakar15) anggota DPR RI FPKS yang saat ini ikut dalam rombongan Presiden PKS.

Negara lebih banyak membutuhkan peran agama, bukan sebaliknya.

Agama bisa berjalan sendiri, tanpa kehadiran negara, tapi sebaliknya peran negara tidak akan maksimal tanpa ada agama.

Coba lihat dalam sejarah, eksistensi ajaran agama lebih abadi dibanding dengan eksistensi negara.

Aturan hukum di agama lebih banyak dibandingkan dengan aturan hukum yang ada dalam negara.

Tidak satupun pihak yang bisa menghalangi pertumbuhan agama.

Tidak ada satu kekuatanpun yang bisa membungkam pertumbuhan agama.

Kita perlu kembali bekerja keras untuk menghadirkan agama untuk mendapatkan solusi atas persoalan bangsa ini.

Solusi Islam tidak hanya dibutuhkan oleh negara ini, tapi juga oleh masyarakat dunia.

Seringkali agama tidak membikin masalah, tapi selalu disuruh mencari jawaban.

Misalkan pada persoalan perang, agama tidak pernah membuat persoalan dengan mengobarkan peperangan, tapi disuruh memberikan jawaban.

Persoalan perang lahir dari industri senjata, karena kalau tidak ada perang mereka gulung tikar.

Mereka seharusnya yang bertanggung jawab atas persoalan perang yang sekarang melanda dunia.

Selanjutnya kita juga perlu belajar dari penjajahan yang pernah menimpa Indonesia.

Kekuatan asing bisa menjajah Indonesia karena belum adanya persatuan di bangsa ini.

Saat itu, Indonesia terdiri atas kerajaan-kerajaan kecil, sehingga kekuatannya bisa dipatahkan ataupun diadu domba.

Lantas hal ini disadari oleh bangsa ini, terdapat kesadaran atas perlunya persatuan, tidak lagi hidup dalam sekat kerajaan.

Sumpah pemuda adalah tonggak kesadaran tersebut, ini adalah sejatinya pembentukan masyarakat Indonesia.

Jadi masyarakat Indonesia lahir mendahului kehadiran negara, itulah fakta sosial yang terjadi di Indonesia.

Kesadaran yang demikian harus di-reaktualisasikan dalam kondisi saat ini, itu yang diperlukan.

Saat ini masyarakat sudah apatis dengan politisi, mereka sudah tidak lagi percaya dengan politik, karena politisi hanya menebar janji.

Kader tidak perlu membuat mereka menjadi percaya dengan politisi, tidak perlu pula menjanjikan sesuatu pada mereka.

Kita cukup berteman dengan konstituen, jadilah sahabat masyarakat, jangan memberikan janji buat mereka.

Lantas bagaimana kita harus menyikapi kondisi PKS pada akhir-akhir ini? itu pertanyaan yang sering disampaikan.

Bila diumpamakan kasus saat ini seperti situasi ketika seseorang jatuh ke dalam sumur, maka ada dua faktor yang bisa jadi penyebab.

Pertama, kita berdiri disamping sumur, ini mungkin khilafnya, kenapa harus berada di dekat sumur.

Kedua, memang ada yang nyenggol sehingga kita masuk ke dalam sumur.

Dari sinilah, kemudian muncul istilah konspirasi dalam situasi politik kita.

Perlu dipahami bahwa dalam Al Qur’an telah disebut istilah konspirasi, jauh sebelum istilah itu populer disekitar kita.

Konspirasi dalam Al Qur’an selalu dikaitkan dengan orang Kafir dan Allah, sedangkan orang muslim tidak.

Kenapa ? Karena orang muslim tidak akan melakukan konspirasi.

Konspirasi hanya dirancang dan dilakukan oleh orang kafir dalam upaya memusuhi orang muslim.

Namun, Allah lah yang maha menguasai segala bentuk konspirasi, apapun konspirasi yang diperbuat org Kafir, akan selalu dipatahkan Allah.

Lantas apa yang harus kita lakukan? Tidak ada, kita berdoa saja, karena Allah lah yang maha menguasai konspirasi tersebut.

Teks-teks Al Quran telah mengisahkan konspirasi dalam cerita Yusuf maupun Musa, jauh sebelum kita mengenalnya sekarang.

Oleh karenanya, saya selalu minta kepada kader untuk membaca sejarah Musa, Yusuf dan Sulaiman.

Belajar dari sejarah menjadi faktor yang penting, oleh karenanya kita tidak boleh berhenti hanya belajar dari tiga kisah tersebut.

Kader PKS harus pula menggali sejarah republik ini, termasuk dari para senior dan tokoh masyarakat setempat.

Kader PKS mayoritas orang muda, umumnya hanya kenal satu bendera, yaitu merah putih saja.

Tetapi para senior, para tokoh masyarakat yang telah berusia lanjut telah mengenal tiga bendera, yaitu Belanda, Jepang dan Merah Putih.

Karenanya, kader PKS harus silaturahmi, minta nasihat dan bersahabat dengan mereka, karena mereka telah lebih lama melihat matahari.

Salah satu nasihat yang pernah disampaikan oleh senior kepada saya adalah PKS terlalu inklusif, kurang gaul katanya.

Ini adalah masukan yang baik, kader PKS perlu lebih memasyarakat, lebih terbuka dalam berinteraksi, bahasa simpelnya lebih “gaul” dengan masyarakat.

Itulah yang harus kita lakukan sekarang…..Wasalam… [anismatta.wordpress.com]

Sumber: pkspiyungan

Puisi: Zaman Ketidakpercayaan

26 Jun

Oleh: Ust. H. M. Anis Matta, Lc

anis

Di Zaman KetidakPercayaan Ini
Jangan Pernah Lagi Bikin Janji-Janji
Kalau Benar Ada Api Cinta Di Hatimu
Bakarlah Benci yang Telah Merampas Keadilan
Bakarlah Serakah yang Telah Merenggut Kemakmuran

Jangan Pernah Lagi Bikin Janji-Janji
Ajak Saja Orang-Orang Miskin Itu
Bicara Tentang Negeri yang Mereka Huni
Ajak Saja Orang-Orang Kecil Itu
Bicara Tentang Keadilan Dari Hukum yang Tak Ditegakkan

Di Zaman Ketidakpercayaan Ini
Tidur Mungkin Tak Lagi Nyenyak
Tetapi Tetap di Selingi Mimpi yang Terputus-putus
Bahwa Suatu Saat Kata Masih Bisa Punya Arti

Tips Bugar ala Anis Matta

26 Jun

img_4921copy

Stamina politisi bisa disebut di atas rata-rata orang kebanyakan. Aktivitas yang padat membutuhkan energi yang tidak sedikit. Begitu pula yang dialami Presiden PKS Anis Matta. Apa resep stamina Anis Matta?

Sejak ditunjuk sebagai Presiden PKS, Anis Matta langsung tancap gas. Ia habiskan waktunya bertemu kader-kader PKS di seluruh Indonesia. Ia mengaku sejak awal Februari hingga Juni ini sedikitnya 3/4 wilayah Indonesia telah ia kunjungi. “Yang belum itu di antaranya Papua. Insya Allah bulan puasa nanti,” ujar Anis ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Ditanya soal aktivitas yang padat bagaimana ia menjaga stamina dan kesehatannya, Anis menyebutkan dirinya selalu minum air putih sepanjang hari. “Minimal saya minum air putih tiga liter,” sebut Anis.

Tidak hanya minum air putih, Anis juga secara rutin berolahraga untuk menjaga staminanya. Ia menyebut olahraga seperti gym, futsal, jogging dan renang menjadi pilihan olahraganya. “Dan tentunya saya mengkontrol makanan,” tambah bekas Wakil Ketua DPR RI ini.

Yang tak kalah penting resep menjaga kesehatannya, Anis menegaskan dirinya selalu gembira sepanjang hari. Alumnus LIPIA Jakarta ini mengatakan kegembiraan hati bisa diikhtiarkan dengan menjalani segala sesuatu dengan ikhlas. “Kalau niatnya mengejar karir, akan bermasalah,” seloroh Anis.

Untuk menjaga kegembiraan hati, Anis melanjutkan dirinya belakanagn tak lagi menonton televisi, membuka internet dan membaca koran. Namun buru-buru Anis menyebutkan bukan berarti dirinya tidak mengikuti perkembangan informasi. “Teman-teman selalu kasih up date isu,” kata Anis.

Ia menuturkan dirinya lebih banyak membaca buku. Bagi dirinya, dengan membaca buku maka akan dapat memiliki kedalaman dalam melihat suatu masalah. Lebih dari itu, Anis menyebutkan bagi politisi jika tidak membaca buku akan memiliki akumulasi masalah dalam jangka panjang. “Kalau saya baca buku tematik,” tandas Anis. [anismatta.wordpress.com]

Sisi Lain Anis Matta

24 Jun

Jakarta : Tak banyak yang tahu kalau Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta punya hobi bermain sepakbola, khususnya futsal. Tapi, hobi itu hanya dilakukan saat berada di luar Jakarta.

“Kalau keliling daerah saya selalu main futsal, Kalau di Jakarta jarang, paling berenang, gym, dan bulutangkkis,” ujar Anis dalam perbincangan dengan Liputan 6 SCTV yang ditayangkan Minggu (23/6/2013).

Tak hanya olahraga, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini, ternyata juga suka menulis buku dan artikel. Hingga kini sudah 10 buku hasil karyanya yang diterbitkan, umumnya tentang politik.

“Basic saya pada dasarnya adalah trainer motivator, sekarang saya juga menulis puisi yang ada kaitan dengan politik,” jelasnya.

Bahkan, di depan kamera Anis sempat membacakan sebuah puisi politik yang baru saja dibuatnya tentang janji politisi. Dalam puisi itu Anis mengatakan tak usah lagi politisi membuat janji karena rakyat tak akan percaya.

“Saya katakan kepada kader (PKS), jangan bikin janji lagi, mereka sudah tak percaya. Yang harus dilakukan adalah turun ke masyarakat, biar mereka lihat apakah Anda punya wajah pembohong atau tidak,” ujar Anis.

Terkait posisi PKS di Setgab Koalisi saat ini, mantan Sekretaris Jenderal PKS dan Wakil Ketua DPR ini menyatakan semuanya sangat jelas. Dia juga membantah kalau PKS bermain di 2 kaki.

“Kalau sikap tegas menolak (kenaikan harga) BBM sudah clear, kalau soal Setgab, itu terkait dengan sistem politik kita, sistem presidensial. Yang bisa mengangkat dan memberhentikan menteri itu presiden, jadi biarkan presiden (memutuskan),” tegasnya.

Ketika disinggung soal kebiasaan poligami di kalangan petinggi PKS, Anis yang lahir 7 Desember 1968 menanggapi dengan santai. Baginya, setiap orang punya kondisi yang berbeda-beda, sehingga PKS tidak akan mengintervensi soal pribadi kadernya. “Orang harus bisa membedakan antara kehidupan pribadi dan kehidupan publik,” pungkasnya. [anismatta.wordpress.com]
Sumber: pkspiyungan

Anis Matta: Inilah Tabiat Jalan Dakwah

23 Jun

BANDA ACEH — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H.Muhammad Anis Matta, Lc tampil membius ribuan kader PKS dengan orasi politiknya di Anjong Mon Mata, Banda Aceh (16/6/2013). Kata-katanya yang membakar dan meneduhkan sanggup membuat kader PKS yang tidak kebagaian tempat duduk terus berdiri sampai pidatonya usai.

Dalam pidatonya yang berapi-api tersebut, Anis Matta mengupas panjang lebar tentang sejarah Nabi Yusuf As dan Nabi Musa As yang diabadikan dalam Alquran dan korelasinnya dengan prahara yang dihadapi oleh partai dakwah tersebut.

Dikatakan Anis Matta, sejarah Nabi Yusuf As saat para saudaranya berkonspirasi membunuhnya harus menjadi pelajaran berharga bagi para kader PKS. Bahwa Nabi Yusuf tidak dendam kepada para saudaranya yang membuangnya ke sumur meskipun Nabi Yusuf telah menjadi Raja di Mesir, mereka semua dimaafkan atas dasar cinta.

“Yang harus antum ketahui adalah, bahwa setiap cobaan pasti ada hikmah dibaliknya, sebagai peristiwa Nabi Yusuf As. Apa yang dihadapi PKS saat ini juga mengandung hikmah yang sangat besar di sisi Allah. Saat kita telah berada di istana, kita akan menceritakan kembali kepada mereka yang berkonspirasi menghancurkan kita mengenai peristiwa yang menimpa PKS hari ini dengan penuh cinta”, papar Anis Matta.

Dalam pidatonya ini, Anis Matta juga mengutip kata-kata Umar bin Khatab, bahwa liqaaul ikhwan jalaul hazan, berjumpa ikhwah akan menghilangkan kesedihan, terang Anis Matta yang disambut tepukan penuh keharuan ribuan kader PKS.

Anis Matta juga memompa semangat kadernya, kegembiraan jangan hilang dari hati kita apapun peristiwa yang terjadi. Karena menurut Anis Matta, kegembiraan dan senyum adalah pertanda energi kita masih menyala.

“Benteng terakhir pertahanan hidup kita adalah saat kita masih tetap bisa tersenyum. Menurut Anis Matta, semua orang punya masalah, kalau akar dari hati kita penuh dengan kegalauan dan kegundahan, maka pertahanan jiwa kita akan lumpuh. Kita bisa mati saat masih hidup”, jelas Anis Matta.

Dikatakan Anis Matta, rombongannya dari DPP PKS datang ke Aceh untuk menggembirakan kader.

“Kalau hari ini setiap kali antum nonton Tv, baca berita, dengar radio yang antum dengar adalah hujatan-hujatan dan fitnah-fitnah kepada PKS, maka itulah tabiat jalan dakwah”, kata Anis Matta lagi.

Tapi tegas Anis Matta lagi, semua yang mereka lakukan terhadap kita maka itu tidak akan menghilangkan senyum kita, kebahagiaan kita. Menurut Anis Matta, tantangan besar pada faktanya tapi kecil dalam pikiran kita maka tantangan itu akan jadi kecil, begitu juga sebaliknya, kalau tantangan kecil namun besar dalam pikiran kita, maka tantangan itu akan besar.

Anis Matta juga mengatakan bahwa PKS didirikan atas dasar iman. Maka, pekerjaan dengan iman akan tumbuh tanpa henti, maka tidak akan ada yang bisa menghentikan kiprah dakwah PKS. Anis Matta juga mengajak para kader PKS untuk tawakkal kepada Allah SWT. Menurutnya, PKS akan bisa terus berjalan kalau kita bertawakkal kepada Allah SWT.

Ajak kader PKS ke warkop

Di akhir pidatonya, Anis Matta mengajak para kader PKS agar membaur dengan masyarakat. Bergaullah dengan mereka maka antum akan melihat hasilnya yang luar biasa, terang Anis Matta.

Anis Matta menganjurkan agar kader PKS rajin-rajin duduk di warungkopi dan pusat-pusat keramaian masyarakat lainnya, karena menurut Anis Matta, hari ini masyarakat mengenal kader-kader PKS sebagai orang-orang yang shalih-shalihah, tapi jarang bergaul dengan masyarakat.

“Nah, ini yang harus antum benahi,” desak Anis Matta. Antum harus bergaul dengan masyarakat, tataplah mata mereka agar mereka mengenal antum sebagai orang-orang yang baik. Dengan cara seperti ini masyarakat akan mengenal partai ini, terangnya.

Pada sesi jumpa pers, Anis Matta mengatakan bahwa partainya akan konsisten menolak kenaikan harga BBM dan menyerahkan sepenuhnya urusan menteri dari PKS kepada Presiden SBY. Saat ditanyai seorang wartawan apakah Anis Matta siap dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia, Anis Matta menjawab bahwa fokusnya saat ini adalah membawa PKS berada di posisi 3 besar. [anismatta.wordpress.com]
Sumber: pks piyungan

Jebakan Megalomania

23 Jun

Terlalu tipis memang. Tapi bukan tidak mungkin untuk ditemukan selama kita jujur: nilakah amarah dan ambisi ini, atau embun. Hanya, ini juga bisa jadi awal dari riwayat megalomania yang panjang.

Suatu saat ketika kamu merebut kemenangan demi kemenangan, kekuasaan yang semakin bertumpuk. Musuh sudah kau taklukkan semua. Tak ada lagi yang berani melawan. Semua orang mulai tunduk padamu. Di sekelilingmu hanya ada para pemuja. Musuhmu menyelinap ke dalam bentengmu. Ke dalam dirimu sendiri. Halus. Sampai kau bahkan tak mengenalnya. Kamu mulai merasa besar.
Itulah awalnya. Kamu mulai merasa besar.

Kamu sebenarnya layak merasa begitu. Sebab kemenangan-kemenanganmu. Pengakuan musuh-musuhmu. Kekaguman sahabat-sahabatmu. Kekuasaanmu yang terbentang luas. Kamu memang hebat. Dan besar. Itu fakta. Tapi itulah jebakannya. Merasa besar itu.

Seperti itulah pada mulanya. Fir’aun merasa besar. Lalu merasa mirip-mirip Tuhan. Kemudian merasa layak jadi Tuhan. Maka, ia pun berseru, lantang, di tengah gelombang massa rakyatnya yang patuh-patuh itu, “Akulah Tuhan kalian.”

Luar biasa rumitnya. Kamu hebat. Tapi tidak boleh merasa hebat. Kamu besar. Tapi tidak boleh merasa besar. Kamu berkuasa. Tapi tidak boleh merasa berkuasa. Fakta dan perasaan tentang fakta yang harus dipisah. Kekuasaan dan perasaan tentang kekuasaan yang harus dijauhkan. Itu menyakitkan. Orang-orang tidak menyukai situasi itu.

Ini perjuangan yang berat. Temanya adalah belajar memahami asa] usul kita sebagai manusia. Kamu diciptakan. Kamu tidak menciptakan. Kamu hadir ke dunia tanpa apa-apa. Terlalu banyak orang berjasa atas dirimu. Terlalu banyak yang tidak kamu tahu. Terlalu banyak yang tidak kamu kendalikan. Kamu bisa kendalikan angin? Laut? Gunung?

Kamu sebenarnya tidak hebat benar. Tidak berkuasa benar. Jadi kamu tidak punya alasan untuk merasa hebat atau berkuasa. Apalagi merasa mirip Tuhan. Apalagi merasa layak jadi Tuhan. Lihat saja Fir’aun. Mati ditelan laut. Lihat saja Soekarno. Jatuh juga dari kekuasaannya. Lihat juga Soeharto. Lengser juga akhirnya.

Khalid bin Walid mungkin tersanjung. Bait-bait sanjungan dan kekaguman sang penyair membuatnya berbunga. Dia memang hebat. Sebagai panglima perang atau Gubemur Qinnasrin. Dan dia merasa hebat. Perasaan itulah yang membuatnya bermurah hati. Ia menghadiahi sepuluh ribu dirham untuk sang penyair.

Tapi itulah sebabnya. Atau salah satu sebabnya. Lelaki yang hebat. Sangat berkuasa. Ditakuti musuh. Dikagumi sahabat. Tapi dia melanggar tabu. Dia merasa hebat, tersanjung, lalu terjebak. Sepuluh ribu dirham ini memang dari koceknya sendiri. Tapi itu terlalu boros untuk menghargai sebuah sanjungan. Maka, Umar pun memecatnya. [anismatta.wordpress.com]

Anis Matta

Sang Gelombang Abad 21